Apa itu IPA dan kenapa perlu dipelajari?
IPA (International Phonetic Alphabet) adalah simbol fonetik yang mencatat cara membaca sebuah kata. Setiap kamus mencantumkan IPA di samping kata, misalnya "ship" /ʃɪp/ dan "sheep" /ʃiːp/.
Bahasa Inggris tidak dibaca seperti tulisannya, jadi dengan memahami IPA kamu bisa membaca kata baru dengan benar tanpa perlu contoh dari orang lain, dan mengenali bunyi yang tidak ada dalam bahasa Indonesia.
44 bunyi dalam bahasa Inggris
- Vokal tunggal: 12 bunyi, termasuk pasangan pendek dan panjang seperti /ɪ/ dan /iː/, /ʊ/ dan /uː/.
- Diftong: 8 bunyi seperti /eɪ/, /aɪ/, /əʊ/.
- Konsonan: 24 bunyi, di antaranya banyak yang sering keliru diucapkan orang Indonesia seperti /θ/, /ð/, /v/, /z/, /ʃ/, /ʒ/.
Satu pelajaran bunyi di English Town
- Tonton video panduan tentang bunyi itu (BBC Learning English, Sounds of English).
- Baca kata: ketuk kata untuk mendengarnya, tekan mikrofon untuk mengucapkannya.
- Bedakan pasangan minimal lewat pendengaran: aplikasi membacakan satu kata, kamu pilih di antara dua kata seperti ship / sheep.
- Ucapkan pasangan kata: aplikasi memberi tahu kalau yang terdengar adalah kata yang lain.
- Tirukan satu kalimat yang mengandung bunyi itu.
Bunyi yang sering salah diucapkan orang Indonesia
- /θ/ dan /ð/ (think, this): letakkan ujung lidah di antara gigi atas dan bawah, jangan diucapkan "t" atau "d" ("tink", "dis").
- /v/ (very, have): gigi atas menyentuh bibir bawah dan pita suara bergetar, jangan diucapkan "f" atau "p".
- /ʃ/ dan /s/ (she, see): bulatkan bibir untuk /ʃ/, jangan disamakan dengan "s".
- /z/ (zoo, is, days): bunyi "s" yang bergetar; di akhir kata seperti "is" atau "days" sering terucap "s".
- Konsonan akhir /t/, /d/, /k/, /s/ (want, called, books): ucapkan sampai jelas, termasuk akhiran -ed dan -s, jangan ditelan.
- Vokal panjang dan pendek: /ɪ/ dan /iː/ (ship, sheep), /ʊ/ dan /uː/ (full, fool) membedakan arti.
- Membaca sesuai tulisan: "know" dibaca /nəʊ/, bukan "k-now"; cek IPA-nya, jangan menebak dari ejaan.